Refleksi Proyek Kelas

Di proyek kali ini kaka meminta kita untuk membuat karya mekanis dari kardus, karya mekanis tersebut bercerita tentang Indonesia dari masa purba hingga merdeka. Kita masing-masing memilih satu cerita dari masa purba hingga merdeka yang dinamakan timeline linimasa. Setelah memilih ceritanya kita meriset cerita tersebut, dan pembuatan mekanis tersebut dan mulai membuat karya mekanisnya. Tujuan proyek tersebut adalah timeline linimasa tersebut terpenuhi dan bisa di ceritakan.

Jadi cerita yang aku pilih itu cerita perang kedaerahan. Karya yang aku buat bercerita tentang salah satu tokoh perang kedaerahan yaitu Pangeran Diponegoro, yang sedang membicarakan tentang perang dengan pasukannya. Pasukan-pasukan yang aku buat ada yang menggunakan blangkon, dan iket kepala di kepalanya, membawa senjata yang berbeda-beda antara lain ada keris, pedang, dan tombak, dan pakaiannya masih memakai busana kain, ada yang tidak memakai baju dan ada yang memakai baju daerahnya. Pasukan yang aku buat ada 3 orang, tiga orang tersebut sedang mengangkat satu tangannya seperti orang yang sangat bersemangat, aku membuat tangan yang di angkat keatasnya berbeda posisi ada yang di kanan juga ada yang di kiri. Hasil karya yang aku buat berbentuk persegi panjang, mekanis yang aku buat terletak di dalam persegi panjang tersebut.

Mekanis yang aku buat dalam karya tersebut ada 2, dua-duanya naik turun. Aku membuat mekanis tersebut memakai kardus dan tusuk sate yang panjang dan tebal. Karya yang aku buat berwarna dari spidol, cat, juga dari kain-kain yang aku pakai. Bahan-bahan selain kardus, cat, tusuk sate adalah lem tembak, lem kayu, kain dan karton. Situasi di karyaku aku buat mirip-mirip dengan situasi di jaman perang kedaerahan tersebut, dari pakaiannya, senjata yang dipakai, dan tempat perang tersebut.

Proses pengerjaan karya tersebut 2 bulan, sudah masuk riset dan memilih cerita yang kita mau. Pertama-tama langkah pengerjaan yang aku jalani adalah meriset tentang cerita kedaerahan tersebut dan meriset karya mekanis yang ingin kita buat. Mulai dari kapan perang tersebut berlangsung, di akhiri kapan perang tersebut, tokoh yang masuk dalam perang kedaerahan tersebut, senjata apa saja yang mereka pakai, apakah sudah ada teng baja atau belum, pakaiannya apakah sudah modern atau belum, perang apa saja yang ada di  perang kedaerahan, situasinya seperti apa saat perang, melawan siapa. Setelah tau cerita kedaerahan tersebut, aku meriset dan berfikir apa yang akan aku buat untuk karya mekanis tersebut.

Aku melihat- lihat video di youtube untuk mencari inspirasi, karya mekanis apa yang akan aku buat, lalu setelah tau mekanis apa yang akan aku buat, aku menentukan tokoh mana yang akan aku buat. Setelah menentukan tokoh yang aku akan buat aku membuat rancangan proyek mekanis yang aku buat. Lalu aku mencari bahan-bahan apa yang aku butuhkan, setelah itu aku mulai membuat karya mekanisnya. Mulai dari mekanisnya, sampai membuat pasukan diponegoro.

Pertama setelah selesai membuat karya mekanisnya, aku mencoba mekanisnya terlebih dahulu apakah jalan atau tidak, pertama di coba mekanis tersebut tidak jalan, aku terus memperbaiki apa yang salah dari mekanis tersebut juga apa yang kurangnya. Percobaan kedua masih belum berjalan dengan lancar, sampai akhirnya percobaan ke tiga berhasil, aku melanjutkan membuat mekanis kedua untuk si pasukan perang tersebut, kali ini dua percobaan sudah berhasil. Setelah membuat mekanis aku membuat tokoh yang aku pilih yaitu Pangeran Diponegoro, aku membuat Pangeran Diponegoro tersebut dari kardus yang digambar lalu dipotong menjadi bentuk orang, lalu digambar muka Pangeran Diponegoro tersebut. Setelah membuat Pangeran Diponegoro, aku membuat pasukannya, aku buat ada tiga orang pemuda, pemuda pertama membawa tombak dan ia tidak memakai baju hanya kain yang menutupi bagian bawahnya saja, pemuda ke dua aku buat dia memakai baju polos dan memakai celana selutut dan membawa keris, pemuda terakhir yaitu pemuda ke tiga, aku buat dia memakai baju pangsi dan celana panjang.

Setelah Pangeran Diponegoro dan pasukannya selesai aku memasangkan mereka atau menempelkan mereka ke bagian atas mekanis yang menyambung, yaitu tusuk satenya. Dua karya mekanis selesai, aku pun memastikan kedua kerya mekanis tersebut dapat berjalan dengan lancar atau tidak. Setelah memastikan aku menghias bagian karya tersebut, dengan mengecatbagian luar dari mekanis tersebut agar karya tersebut bisa lebih hidup.

Dari proyek ini aku belajar tanggung jawab dari apa yang kita kerjakan, tujuan dari sebuah karya tersebut. Belajar apa yang harus kita lakukan jika kita mendapat kesulitan dalam pengerjaan, persiapan dari awal apa yang harus kita lakukan. Kalau memilih apa yang kita mau kita juga perlu berfikir lebih jauh, apakah kita bakalan bosan dengan yang kita pilih, atau malah lebih rumit kedepannya. Aku juga belajar tidak mengendalikan orang lain, mengatur waktu dengan baik, jangan membuang buang waktu yang masih banyak, dan di akhir kita membutuhkan waktu tersebut.

 

 

Advertisements

Resensi buku Bung Tomo

download

Judul buku : Bung tomo

Penyuting : Budi setyarso

Penerbit : KPG (KEPUSTAKAAN POPULER GRAMEDIA)

Tahun terbit : Mei 2017

Halaman : 159 halaman

Bung tomo itu berjiwa patriotisme, ia selalu membakar semangat para pejuang. Ia berjuang bukan hanya di daerah Surabaya tetapi sampai ke seluruh Indonesia. Bung tomo tersebut beberapa kali berpidato dalam radio pemberontakan dan sempat ikut turun dalam perang pasukan Belanda dan Jepang, salah satunya ia bersama Barisan Pemberontak Republik Indonesia masuk ke dalam gudang senjata punya Jepang. Di buku ini yang aku lihat sama sekali tidak ada typo, bukunya cocok untuk 13 tahun ke atas.

This articel tells about engaging the involvement of Indonesian youth as development partners. Indonesian has a high proportion of youth, Indonesian will soon be in an unprecedented position to harness its demographic experts argue. Link this article is http://www.thejakartapost.com/youth/2017/06/14/engaging-indonesian-youth-as-development-partners.html

My opinion on this article is good to read, attracting the attention of the people, for example it’s me. I chose the article because I was so inspired by the involvement of Indonesian youth as a development partner. The article is suitable to be read by Indonesian youth because it can be very useful for him.

Being young to me means, can be a good citizen for our country. If from the article we the youth of Indonesia will not idle anymore, not like a naughty young man.

My role as the youth of Indonesia is, advancing the country of Indonesia so as not often colonized by other countries, preserving what is in the country of Indonesia starting from the culture, the appearance of nature, resources and much more. Also we help all people to come to advance and preserve the wealth in Indonesia.

-done

 

 

 

 

 

PBB

Minggu-minggu sebelumnya kita di beritahu oleh kak Andy kalau kita akan melaksanakan PBB di acara “selametan”. Lalu setelah kita di beritahu kita mencoba berlatih PBB, pertama kita latihan dasar terlebih dahulu, lalu ketahap selanjutnya, dan seterusnya. Latihan PBB tersebut di pandu oleh kak Braja, dan kaka-kaka lainnya. Latihan pertama kita lakukan di pendopo, kedua kita masih di pendopo, latihan ketiganya kita lakukan di sebelah bengkel, dan diharuskan memakai topi karena sinar matahari langsung menyorot ke kita.

PBB tersebut kita lakukan setiap hari, kita di haruskan juga memakai sepatu, agar nyaman melaksanakannya. Sebelum latihan ketiga kita menonton video PBB terlebih dahulu , video PBB tersebut berasal dari Jepang. Setelah itu kita berlatih PBB lagi. Setelah seminggu berlatih kita stop PBB dulu, lalu beberapa hari mendatang kita berlatih lagi.

Formasi yang di buat berubah lagi, untuk melaksaanakan PBB nanti di selamatan. Formasinya lebih rumit daripada yang biasa kita lakukan. Di formasi tersebut kita tetap di pandu oleh kak Braja.

To be continued

Perjalanan kecil menuju kiaracondong

Pada tanggal 8 Agustus 2017, kita kelompok Dolongan diberi tugas atau melakukan perjalanan kecil. Di hari itu kita berkegiatan di luar sekolah, kita diminta untuk menunggu di stasiun Kiaracondong, paling telat kumpul jam 07.20. Sebelum melakukan kegiatan kita berdoa seperti biasa dahulu, agar selamat sampai tujuan, setelah berdoa kita harus menuju tempat yang diminta secara berkelompok, pembagian kelompoknya itu sudah di beri tau dari hari sebelumnya. Aku berkelompok dengan Tasha, Linus, dan Cindy. Tapi karena Cindy tidak masuk kita hanya bertiga.

Tempat pertama yang kita kunjungi adalah Makam Mbah Malim. Kita diberi petunjuk oleh kakak agar bisa sampai ke makam tersebut, petunjuknya itu makam mbah malim tersebut berada di jalan mbah malim, jarak dari stasiun Kiaracondong sekitar 1 km. Cara agar kita bisa sampai disana adalah bertanya, kita bertanya kepada masyarakat sekitar sana, dan penjual atau pedagang warung. Setelah sampai disana kita langsung bertemu dengan narasumbernya, nama narasumber di makam mbah malim adalah Pak Ece atau pak Cece. Di makam tersebut kita diceritakan awal mulanya Mbah Malim, dan daerah babakan Surabaya.

Mbah Malim tersebut tinggal di kota Limbangan, dulu mbah Malim disebut Jaludin,Mbah Malim tersebut adalah seorang pengembara, musafir. Terakhir kali iya menjadi musafir di kota Surabaya, setelah mencari ilmu ia pulang ke kampungnya yg berada di Limbangan, disana iya mengganti nama kampung tersebut menjadi kampung Surabaya. Mbah Malim dapat kabar kalau di Bandung sedang membutuhkan tenaga untuk membereskan kali Cikapundung dari atas sampai Citarum, Mbah Malim pun pergi ke Bandung untk membantu sampai beres.

Mbah Malim tersebut menyelamatkan beberapa warga di kampungnya, sebelum diselamatkan oleh Mbah Malim, di kampung tersebut banyak masyarakat yang meninggal setelah di selamatkan oleh Mbah Malim kondisi kampung disana mulai membaik sudah jarang warga yang meninggal tiba-tiba, luka kecil yang menimpanya, seperti terkena goresan beling, dan pada akhirnya Mbah Malim meninggal,Mbah Malim wafat pada tahun 1850, di makamkan di babakan Surabaya, dulu babakan Surabaya tersebut masih dipenuhi pepohonan dan pesawahan.

Yang menjaga makam Mbah Malim di babakan Surabaya adalah pak Ece pak Ece tersebut sudah menjaga makam mbah Malim 10 tahun. Sebenarnya pak Ece tidak sendiri, dulu pak Ece menjaga makam tersebut bersama 3 orang tetapi mereka sudah meninggal, tinggal lah pak Ece. Makam Mbah Malim tersebut tidak boleh di tempati oleh sembarang orang, makam tersebut hanya boleh untuk keluarga Mbah malim saja, jadi makam tersebut tidak terbuka untuk umum. Setiap malam jumat warga sekitar selalu membawa sesajen ke makam mbah malim. Pak Ece juga menceritakan tentang pengalaman menjaga makam tersebut, katanya pak Ece dan salah satu warga babakan Surabaya pernah melihat istri Mbah Malim lewat.

Kita diceritakan oleh pak Ece panjang lebar, setelah dari makam Mbah Malim kita mengunjungi GKJ atau Gereja Kristen Jawa, lokasinya pun tidak berjauhan dengan makam mbah malim. Setelah sampai di gereja tersebut kita di pandu oleh pak Markus widianto atau bisa dipanggil Markus. Di GKJ tersebut kita mengunjungi ruangan-ruangan yang ada di sana. Kita juga di ceritakan beberapa hal tentang gereja kristen jawa ini.

GKJ tersebut sudah ada dari dulu, sudah tersebar di wilayah Jawa. Selain gereja kristen jawa ini di Bandung ada juga gereja kristen jawa di jalan Merdeka, di daerah cimahi, dan gereja kristen pasundan, di gereja tersebut bahasa yang dipakai adalah bahasa sunda. GKJ tersebut hanya ingin dipelayani oleh pendeta Jawa. Dulu katanya tempat acara-acara masih menggunakan panggung, sekarang sudah lebih modern. Jamaah di GKJ tersebut mencapai 800 jamaah, 60% nya adalah orang jawa. Setiap di hari perayaan natal jamaah disana memakai baju jawa.

Kita beristirahat di GKJ tersebut. Setelah dari GKJ, kita diminta ke kelurahan yang berada di sana, secara berkelompok. Di kelurahan kita diminta menanyakan jumlah penduduk disana, mulai dari penduduk tidak tetap sampai penduduk yang pindah luar jawa. Di daerah tersebut ada 14 RW, total penduduk tetap disana berjumlah 11.993, penduduk tidak tetapnya berjumlah 1.197, penduduk yang mati di beberapa bulan kebelakang berjumlah 7 orang sudah termasuk perempuan dan laki-laki, penduduk yang pindah 14 orang, yang datang 8 orang, yang pindah dari luar jawa 3.693 orang.

Setelah dari kelurahan kita beranjak ke pasar Kiaracondong, di tengah perjalanan kita dipanggil oleh petugas di kelurahan untuk balik lagi ke kelurahan untuk di foto, saat kita balik ke kelurahan kita di foto-foto. Waktu berfoto tersebut menghabiskan waktu kita untuk pergi ke pasar Kiaracondong. Di pasar Kiaracondong kita di beri tugas untuk menanyakan hasil bumi yang diperoleh di pasar tersebut.

Nama-nama yang kita wawancara adalah ibu Enong penjual rampe, pak Alamsyah penjual sayuran. Setelah kita selesai wawancara kita segera beranjak ke stasiun yang diminta, di stasiun tersebut kita belum melihat kakak-kakak dan teman-teman disana, akhirnya kita menunggu mereka dahulu, setelah menunggu baru datanglah mereka. Setelah semua kumpul kita membeli tiket untuk pergi ke stasiun Bandung, harga tiket per orang 5.000 rupiah, kita menaiki kereta Bandung raya ekonomi 373 pada pukul 12.33 – 12.45.

Setelah sampai di stasiun Bandung kita segera ke tempat selanjutnya, sebelum melakukan perjalanan lagi kita beristirahat dahulu di rooftop dekat stasiun. Pemandangan dari rooftop tersebut sangat indah, bagus untuk berfoto-foto, rooftop tersebut juga nyaman untuk bersantai-santai. Setelah beristirahat di rooftop kita akan ke pasar baru untuk menanyakan hasil bumi yang di peroleh juga sama dengan di pasar kiaracondong. Tantangan yang kita dapat adalah menanyakan toko tembakau dan kopi. Penjual yang kita wawancara bernama ibu Yayah penjual sayuran, ibu Eis penjual tembakau dan ibu Feni penjual kopi. Kebanyakan penjual sayuran dan buah-buahan beli di pasar caringin. Kita sedikit kesulitan saat mencari penjual kopi.

Setelah kita mewawancara penjual-penjual yang ada di pasar baru kita beranjak ke stasiun bandung selatan, cara agar sampai di stasiun tersebut adalah bertanya, perjalanannya cukup jauh, kita harus melewati jembatan yang bawahnya rel kereta api. Setelah sampai disana semua sudah berkumpul, kelompok kita telat karena aku mencari-cari toilet dahulu. Sampai di stasiun kita refleksi perjalanan tadi sebentar, di perjalanan kali ini kita berjalan sekitar 7 kilo lebih. Setelah refleksi sedikit kita menunggu di jemput.

Sampai jumpa di perjalanan selanjutnya..

-selesai-

 

 

 

 

what really happens to the plastic you throw away

We’ve all been told that we have to recycle plastics and container.

But what actually happens to the plastic if we just throw it away? the beginning of the process. liquid bottle filling machine with bubbily sweet and they are then packaged, transported, bought, opened, consumed and unceremoniously dumped. and now here they lie, ready at the edge of the unknown.

bottled one, as hundreds of millions of tons of plastic his brother ends and landfill. This large dump expanding every day as more trash come and continue to take up space.

7 Habits

Habit 1 : be proactive,be proactive itu mengambil inisiatif dalam kehidupan dengan menyadari bahwa keputusan kalian,mengambil tanggung jawab terhadap pilihan yangan kalian buat dan konsekuensikan berikutnya yang mengikuti..

Habit 2 : begin with the end in mind,temukan diri sendiri dan klarifikasi nilai nilaikarakter dan tujuan hidup kalian yg sangat penting..

Habit 3 : put first things first,rencanakan,prioritaskan,eksekusi tugas tugas mingguan anda berdasarkan skala kepentingannya lebih dulu dibandingkan skala urgensinya..

Habit 4 : think win win,benar benar berusaha untuk mencapai solusi atau perjanjian saling menguntungkan dalam hubungan kalian…

Habit 5 : seek first to understand then to be understand,pakailah cara mendengarkan dengan empati agar dapat benar benar dipengaruhi orang lain yang akan mendorong mereka untuk balas mendengarkan kalian..

Habit 6 : synergize atau sinergi,menggabungkan kekuatan dari beberapa orang melalui kerjasama tim yang positif sehingga untuk mencapai tujuan tidak ada satu orang pun yang bisa melakukannya sendiri..

Habit 7 : sharpen the saw, seimbangkan dan perharui sumber daya, energi, dan kesehatan kalian untuk menciptakan gaya hidup yang berkelanjutan..